Skip This All… September 15, 2009
Posted by Didi Keitha in Life, Mimi's Site.1 comment so far
Sun and Moon…
Ya aku tahu ada perbedaan diantara kita berdua, aku tak meminta sedikitpun persamaan diantara kita karena kau adalah kau dan aku adalah aku.
Ya aku tahu aku harus banyak belajar, belajar yang tak pernah aku terima dan menyangkanya dari setiap pelajaran yang datang kepada ku.
Ya aku tahu hidup itu tidak seperti yang selalu aku impikan dan harapkan, tetapi biarkan aku bermimpi itu semua karena aku tahu suatu hari aku akan menerima semua pahit manis kenyataan.
Anakku…
Kamu tak pernah mengerti dan tahu isi hatiku yang terdalam
Kamu tak pernah tahu betapa beratnya pilihan hidupku
Kamu tak pernah tahu betapa sakitnya kunantikan dirimu untuk bersamaku
Kamu hanyalah titipan Illahi yang harus aku biarkan bertahan dari segala sakit yang ku terima karena aku tahu Tuhan masih menyayangiku.
My Soul…
Ketika aku harus memilih antara surga dan neraka, meskipun kau memberiku neraka dunia dan akhirat, aku ikhlas
Ketika kau hujat dan maki aku, aku tetap bertahan
Ketika kau tak lagi memilihku untuk bersamamu, aku tetap hidup.
Aku…
Aku hanya seorang manusia biasa dan ibu dari anakku yang hanya terus berusaha tanpa henti memberikan hak yang terindah untuk anakku
Aku hanya seorang manusia yang sama dengan dirimu selalu egois, rakus, dan merasa diri benar
Aku hanya seorang manusia biasa yang selalu berusaha tanpa henti memberikan yang terbaik yang aku punya
Aku hanya seorang manusia biasa yang mungkin tak ada harganya dimatamu.
Sun n moon, Anakku and My Soul…
Tinggalkanlah aku, doakanlah aku, restuilah semua langkahku dan ingatlah aku
Aku tak akan pernah berhenti memikirkan kalian dalam setiap nafasku
Tidurlah dengan tenang, aku pasti akan menunggumu
Maafkan lah aku yang tidak bisa seperti yang kalian inginkan
Terima kasih hidupku sudah berarti…
Down to… September 15, 2009
Posted by Didi Keitha in Life, Love, Mimi's Site.add a comment
Sun n moon…
Ya aku tau ada perbedaan diantara kita
Ya aku tau aku harus banyak belajar
Ya aku tahu hidup itu tdk seperti apa yg selalu aku impikan dan harapkan…
Bayiku…
Kamu tak pernah mengerti dan tau isi hati ku yg terdalam
Kamu tak pernah tau betapa beratnya pilihan hidupku
Kamu tak pernah tau betapa sakitnya kunantikan dirimu untuk bersama ku
Kamu hanyalah titipan Illahi yang harus aku biarkan bertahan dari segala sakit yg ku terima karena aku tau Tuhan masih menyayangiku
Suamiku…
Ketika aku harus memilih antara surga dan neraka, meskipun kau memberiku neraka, aku ikhlas
Ketika aku kau maki dan hujat aku tetap bertahan
Ketika kau tak lg memilihku untuk bersama mu, aku tetap hidup
Aku…
Aku cuma seorang manusia dan ibu dari anakku yg hanya terus berusaha memberikan hak anakku
Aku cuma seorang manusia yg tak ada bedanya dengan dirimu selalu egois, rakus dan merasa diri benar
Aku cuma seorang manusia seperti dirimu yang selalu berusaha memberi yg terbaik
Aku cuma seorang manusia yg hanya bisa bermimpi
Aku cuma seorang manusia yang mungkin tak ada harganya di mata mu…
Sun n moon, bayiku dan suamiku…
Tinggalkanlah aku, doakanlah aku, restuilah semua langkah ku, dan ingatlah aku…
Aku tak akan pernah berhenti memikirkan kalian dalam setiap nafas ku.
Tidurlah dengan tenang, aku pasti akan selalu menunggu…
Dewasa dan Bijak September 9, 2009
Posted by Didi Keitha in Life, Mimi's Site.1 comment so far
Perbedaan itu suatu yang biasa, bila diterima dengan kedewasaan
Bahkan perbedaan itu, akan menjadikan suatu bentuk kesempurnaan…..
dan Melengkapi kekurangan yang ada pada diri masing-masing bila…
Perbedaan diterima dengan keikhlasan dan kelapangan jiwa,
Tanpa diliputi oleh rasa iri dan keegoisan.
Kejujuran bersemayam di dalam hati kecil manusia
Tanpa bisa dijangkau oleh akar pikir dan logika
Berkata jujur dan apa adanya..sudah mengurangi sebagian beban yang ada
Meskipun….akan menimbulkan suatu kepahitan yang harus ditelan
Namun..hidup lebih berharga..bila dilandasi dengan kejujuran
Hidup itu suatu pilihan manusia untuk menentukan dirinya akan menjadi apa..?
Sedangkan..kematian adalah kodrat manusia
Yang tidak bisa dihindarkan walau hanya sekedip mata
Menjadi tua adalah suatu keharusan, tetapi menjadi dewasa adalah suatu pilihan
Begitupun menjadi seorang bijak, adalah pilihan yang didasarkan atas
Kedewasaan, pengalaman hidup dan kematangan dalam berfikir
Adakalanya orang menjadi tua, tapi tidak pernah menjadi dewasa
Apalagi menjadi seorang bijak..? Karena hanya orang bodoh
Yang tidak mau memetik pelajaran dan mengambil hikmah dari setiap pengalaman
Kejujuran adalah apa yang terlintas dihati,
Diucapkan dengan kata-kata, dan dibuktikan dengan sikap.
Kemunafikan adalah, apa yang diucapkan dengan kata-kata Tidak sesuai dengan
yang diinginkan dihati, dan tidak selalu sama dengan yang dilakukan.
Pengecut adalah, menutupi segala kebenaran dihati, malu untuk mengakui,
Takut untuk melangkah karena suatu resiko yang belum tentu terjadi.
Kedewasaan adalah, mampu menyikapi segala bentuk kenyataan yang terjadi,
Menerima semua kritikan yang datang, dan tidak memaksakan pendapatnya untuk diterima.
Orang bijak selalu belajar dari pengalaman, merenung dan introspeksi diri
tanpa membodoh-bodohkan orang lain, karena tidak ada orang yang mulia tanpa
melalui suatu kebodohan yang pernah dijalankan. Mengenal diri adalah kunci
hidup suatu ketenangan batin, memahami kesalahan adalah suatu keberhasilan
sedangkan memaafkan kesalahan orang lain, adalah suatu kemuliaan.
Happy Today… September 9, 2009
Posted by Didi Keitha in Love, Mimi's Site.add a comment
Perlahan mataku membuka
Masih terasa berat, seolah enggan aku meninggalkan dunia mimpiku
Ragaku tidak lagi terasa lelah, jiwaku seolah telah dibersihkan
Aku tersenyum berterima kasih pada Tuhanku,
telah memberikanku hari baru….
Aku menatap wajahku dikaca
“selamat pagi diriku, bersiaplah untuk menghadapi dunia hari ini”
Aku melihat wajahku tersenyum
“selamat pagi jiwaku, aku harap kau sudah ‘terisi kembali”
Aku membuka pintu kamarku, udara baru yang
segar menyambutku
“selamat datang udara, berhembuslah dan biarkan aku menghirupmu”
Aku membuka jendela kamarku dan menatap langit biru yang cerah
“halo langit, kuharap hariku akan secerah kau hari ini”
Tiba tiba hpku bergetar tanda ada sms masuk
M’ning beb, sudah bangun belum, lagi apa? Didi otw ke office… Miss u!
Hatiku berbunga….ragaku seakan melayang tinggi
hatiku sungguh2 merasakan kebahagiaan yg tak terhingga
dan aku berdoa,Tuhan jangan pisahkan aku dan dia
karenaMUlah aku bertemu dengannya…..
Hari ini adalah hari paling bahagiaku
mentari pagi menyambutku dengan sinarnya yang cerah
secerah hatiku saat ini…..
selamat pagi dunia….selamat pagi cintaku
kan ku sapa selalu kau dengan keceriaan yang baru….
I’tikaf September 4, 2009
Posted by Didi Keitha in Breaking News, Didi's Site, Spirituals.Tags: i'tikaf
add a comment
Terjadi perselisihan ulama tentang pengertian itikaf menurut syariah :
1. Para ulama Hanafi mengatakan bahwa itikaf adalah menetap di masjid yang didalamnya dilakukan shalat berjamaah dalam keadaan berpuasa serta niat untuk beritikaf sedangkan menetap adalah rukunnya. Adapun masjid jamaah yang dimaksud adalah masjid yang memiliki imam dan muadzin baik didalamnya dilakukan shalat lima waktu atau tidak.
2. Para ulama Maliki mengatakan bahwa itikaf adalah berdiam diri (menetap) yang dilakukan seorang muslim yang mumayyiz di sebuah masjid dalam keadaan berpuasa serta menahan diri dari jima’ dan pendahuluannya selama sehari semalam atau lebih untuk beribadah dengan menyertakan niat.
3. Para ulama Syafi’i mengatakan bahwa itikaf adalah berdiam diri di masjid yang dilakukan seorang tertentu dengan menyertakan niat.
4. Para ulama Hambali mengatakan bahwa itikaf adalah berdiam diri di masjid untuk taat kepada Allah dengan keadaan tertentu dari seorang muslim, berakal dan tamyiz dalam keadaan suci dari hal-hal yang mewajibkannya mandi. Waktu minimalnya adalah sesaat.
Dalil-dalil disyariatkannya itikaf adalah terdapat didalam Al Qur’an, sunnah maupun ijma’ para ulama :
1. Firman Allah swt :
وَلاَ تُبَاشِرُوهُنَّ وَأَنتُمْ عَاكِفُونَ فِي الْمَسَاجِدِ
Artinya : ”Janganlah kamu campuri mereka itu, sedang kamu beri’tikaf dalam mesjid.” (QS. Al Baqoroh : 187)
2. Sedangkan sunnah adalah apa yang diriwayatkan dari Ibnu Umar, Anas dan Aisyah bahwa Nabi saw beritikaf di sepuluh malam terakhir dari Ramadhan sejak beliau saw datang ke Madinah hingga Allah swt mewafatkannya saw.” (Muttafaq Alaihi). Imam Zuhri mengatakan,”Manusia memang aneh, mengapa mereka meninggalkan itikaf padahal Rasulullah saw melakukannya dan tidak pernah meninggalkannya. Beliau saw tidak pernah meninggalkanya hingga dirinya meninggal dunia.”
Adapun waktu yang disukai untuk itikaf ini adalah pada bulan Ramadhan atau bulan lainnya, sedangkan tentang waktu minimalnya maka terjadi perselisihan :
1. Para ulama Hanafi mengatakan bahwa itikaf minimal dilakukan sejenak tanpa ada batasan waktu. Berpuasa bukanlah persayaratan dalam itikaf sunnah.
2. Para ulama Maliki mengatakan bahwa waktunya adalah sehari semalam, sedangkan yang paling baik adalah sepuluh hari. Tidak sah itikaf bagi orang yang tidak berpuasa walaupun dirinya memiliki uzur. Barangsiapa yang tidak mampu berpuasa maka tidak sah itikafnya.
3. Pendapat yang paling benar dari para ulama Syafi’i adalah itikaf disayaratkan menetap sesuai kadar berdiam diri itu sendiri. Waktunya adalah lebih sedikit dari waktu lamanya thuma’ninah saat ruku’ atau sejenisnya.
4. Sedangkan para ulama Hambali mengatakan bahwa paling sedikit seorang mu’takif adalah sejenak walaupun sekelabatan saja.
Sedangkan persyratan dari itikaf ini adalah :
1. Islam ; tidaklah sah itikaf yang dilakukan oleh orang kafir karena hal itu merupakan bagian dari keimanan.
2. Berakal atau tamyiz ; tidaklah sah itikaf seorang yang gila atau sejenisnya, tidak juga seorang anak yang belum tamyiz karena mereka tidak termasuk ahli ibadah.
3. Dilakukan di masjid; tidaklah sah itikaf yang dilakukan di rumah-rumah kecuali para ulama Hanafi yang membolehkan seorang wanita beritikaf di masjid didalam rumahnya, ia adalah tempat yang dikhususkan untuk shalat.
4. Niat; tidaklah sah itikaf kecuali dengan niat, sebagaimana hadits Nabi saw,”Sesungguhnya amal perbuatan itu tergantung dari niatnya.”
5. Puasa; ini merupakan syarat mutlak menurut Maliki dan persyaratan menurut Hanafi didalam itikaf nazar saja bukan yang sunnah. Puasa ini juga bukan persayaratan menurut Syafi’i dan Hambali sehingga itikaf sah walau tanpa berpuasa kecuali jika orang itu bernazar puasa bersama itikaf..
6. Bersih dari junub, haidh dan nifas menjadi pesyaratan menurut jumhur. Para ulama Maliki berpendapat bahwa bersih dari junub merupakan syarat diperbolehkannya orang itu menetap di masjid bukan menjadi syarat sahnya itikaf. Apabila seorang yang beritikaf bermimpi maka diwajibkan baginya untuk mandi baik di masjid jika terdapat air atau keluar dari masjid.
7. Izin dari suami bagi seorang istri merupakan syarat menurut Hanafi, Syafi’i dan Hambali. Tidaklah sah itikaf seorang wanita tanpa izin dari suaminya walaupun itikafnya itu adalah itikaf nazar. Sedangkan Maliki berpendapat bahwa itikaf seorang wanita yang tanpa izin suaminya tetap sah namun berdosa. (al Fiqhul Islami wa Adillatuhu). Wallahu A’lam.
Sumber: http://www.eramuslim.com/ustadz-menjawab/waktu-iktikaf.htm

