jump to navigation

Nikmat yang Terabaikan July 21, 2009

Posted by Didi Keitha in Life, Mimi's Site.
Tags:
trackback

Jika pepohonan dijadikan pena, dan laut menjadi tintanya. Niscaya, takkan pernah cukup tuk menuliskan semua nikmat-NYA.

Mungkin kita suatu ketika pernah merasa lelah, karena doa-doa yg kita panjatkan padaNYA belum jg dikabulkan. Jangankan doa yg saat ini kita panjatkan, bahkan doa yg terdahulu pun belum.
Tapi tentunya kita tak jera untuk terus meminta dan meminta pada NYA. Semoga saja kali ini ALLAH berkenan mengabulkan doa kita. Harapan terus dipupuk dan keyakinan yg terus memicu diri untuk tetap berkhusnudzon pada NYA. Suatu saat ALLAH akan mengabulkan doa kita.

Padahal bila kita mau jujur pada diri sendiri, coba renungkan kembali. Sudah byk doa yg terijabah tanpa kita sadari. Banyak sangat nikmat yg tercurah tanpa kita syukuri. Namun kekikiran jiwa sering mengabaikan itu semua.
Pernahkah terpikir oleh kita betapa kikirnya kita? Banyak meminta namun hanya sedikit memberi. Sejuta pinta sepanjang hidup ini terlontar dalam doa. Bila tak di ijabah hati kemudian menggugat, Masya ALLAH… Taat pun kita belum, patuh saja masih setengah2 namun kita mau agar ALLAH mengijabah semua permintaan kita.

Sungguh suatu saat saya pernah menangis sejadi-jadinya di saat sholat malam. Saat saya mempertanyakan mengapa doa saya belum dikabulkan? Saya belum jera berharap semoga dialog kali ini antara saya dan ALLAH membuahkan ijabah.
Belum sempat aku melantunkan doa, mata ini tiba2 menatap tajam jemariku yg bergerak… Astaghfirullah… Rupanya saat itu ALLAH sedang menuntunku menyadari sesuatu…

Tak terasa air mata ini mengalir deras dan dadaku menjadi sesak oleh tangis. Betapa tak tau malunya aku… Tak pernah aku meminta pada NYA untuk terus menggerakkan jari jemariku, aku tak pernah memohon pada NYA agar aku msh bisa menggunakan tangan dan jemariku dgn baik. Namun tanpa diminta Ia berikan itu padaku, tangan dan jemariku berfungsi dgn baik. Padahal aku tak pernah meminta sebelumnya agar Ia melengkapi tanganku ini dgn jemari, aku jg tak pernah berdo’a dlm berbagai kesempatan hingga detik ini agar aku masih bisa menggunakannya.

Tiba2 saja aku berdiri, menegakkan kedua kakiku dan menggerakkannya. Masya ALLAH, keduanya masih bisa menopang tubuhku, aku masih bisa berdiri tegak. Padahal tak pernah sekalipun aku meminta pada NYA agar kedua kakiku ini berfungsi normal tiap hari. Namun DIA tetap memberikannya tanpa diminta.
Aku mengusap kedua mataku yg berlinangan air mata. Ahhh… mata yg masih dpt mengalirkan air mat dan melihat dengan jelas. Yang sekali lg berfungsi dgn baik tanpa kuminta sebelumnya… Air mataku semakin deras mengalir menyesakan dada… Aku menarik nafas dalam2 berusaha menghentikan isak tangisku. Sekali lg ALLAH menuntunku, menyadari kekikiran diriku… Aku masih bisa menarik nafas!! Dan oksigen yg kuhirup gratis! Pasokannya selalu lancar dan sekali lg tanpa dipungut bayaran. Subhanallah!

Sungguh, ALLAH berbaik hati dengan menuntunku bermuhasabah dengan cara ini. Ku terpekur diatas sajadah mengingat kembali ke belakang. Berapa kali aku ingat dan mengucapkan doa bangun tidur atau setidaknya mengucap ALHAMDULILLAH, karna masig diberi kesempatan bangun tidur dalam keadaan sehat. Mungkin masih dlm bilangan kecil yg bisa dihitung dgn jemariku. Pernahkah aku berdo’a meminta pada NYA untuk membuat semua anggota tubuhku ini berfungsi dgn normal? Sementara semua hal itu diberikannya tanpa kuminta.

Saat itulah aku tersungkur di sajadahku, bersujud dan mohon ampun pada NYA. Maafkan hambamu yg sungguh kikir ini ya ALLAH, yg selalu saja tak puas dgn jutaan permintaan, namun tak kunjung menyempurnakan kepatuhanku pada MU. Tanpa diminta KAU limpahi aku dgn nikmat2 yg banyak bahkan tak mampu kuhitung dan ku bandingkan dgn apapun. Tak sebanding dengan kepatuhanku pada MU yg masih setengah2 dan seringkali di kotori dgn riya…

Astaghfirullah… Sungguh aku tak tau malu dengan menggugat MU… hanya karna doa-doa yg isinya lebih sering mementingkan keinginan diriku sendiri belum KAU ijabah. Sementara nikmat2 yg berjuta banyaknya lupa ku syukuri dan terabaikan begitu saja…

“Ya ALLAH… terima kasih atas semua nikmat MU sampai detik ini. Ampuni bila aku tak pandai mensyukurinya bahkan mengabaikanmya. Jangan tinggalkan aku Ya ALLAH, terus ingatkan aku bila aku lalai. Hari ini sebuah teguran manis telah KAU berikan pada ku. Aku semakin malu padaMU. Bimbinglah hamba MU yg kikir ini agar dpt menyempurnakan ibadahku pada MU, dan mensyukuri semua nikmat MU.”

Masih saja sejuta asa ku panjatkan pada NYA berharap ini dan itu. Dan air mata ini selalu saja tertumpah deras membasuh kegersangan jiwaku… Ahh… Aku ingin menjadi hamba MU yang pandai bersyukur…

Comments»

No comments yet — be the first.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: