jump to navigation

Dewasa dan Bijak September 9, 2009

Posted by Didi Keitha in Life, Mimi's Site.
trackback

Perbedaan itu suatu yang biasa, bila diterima dengan kedewasaan
Bahkan perbedaan itu, akan menjadikan suatu bentuk kesempurnaan…..
dan Melengkapi kekurangan yang ada pada diri masing-masing bila…
Perbedaan diterima dengan keikhlasan dan kelapangan jiwa,
Tanpa diliputi oleh rasa iri dan keegoisan.

Kejujuran bersemayam di dalam hati kecil manusia
Tanpa bisa dijangkau oleh akar pikir dan logika
Berkata jujur dan apa adanya..sudah mengurangi sebagian beban yang ada
Meskipun….akan menimbulkan suatu kepahitan yang harus ditelan
Namun..hidup lebih berharga..bila dilandasi dengan kejujuran

Hidup itu suatu pilihan manusia untuk menentukan dirinya akan menjadi apa..?
Sedangkan..kematian adalah kodrat manusia
Yang tidak bisa dihindarkan walau hanya sekedip mata

Menjadi tua adalah suatu keharusan, tetapi menjadi dewasa adalah suatu pilihan
Begitupun menjadi seorang bijak, adalah pilihan yang didasarkan atas
Kedewasaan, pengalaman hidup dan kematangan dalam berfikir

Adakalanya orang menjadi tua, tapi tidak pernah menjadi dewasa
Apalagi menjadi seorang bijak..? Karena hanya orang bodoh
Yang tidak mau memetik pelajaran dan mengambil hikmah dari setiap pengalaman

Kejujuran adalah apa yang terlintas dihati,
Diucapkan dengan kata-kata, dan dibuktikan dengan sikap.

Kemunafikan adalah, apa yang diucapkan dengan kata-kata Tidak sesuai dengan
yang diinginkan dihati, dan tidak selalu sama dengan yang dilakukan.

Pengecut adalah, menutupi segala kebenaran dihati, malu untuk mengakui,
Takut untuk melangkah karena suatu resiko yang belum tentu terjadi.
Kedewasaan adalah, mampu menyikapi segala bentuk kenyataan yang terjadi,
Menerima semua kritikan yang datang, dan tidak memaksakan pendapatnya untuk diterima.

Orang bijak selalu belajar dari pengalaman, merenung dan introspeksi diri
tanpa membodoh-bodohkan orang lain, karena tidak ada orang yang mulia tanpa
melalui suatu kebodohan yang pernah dijalankan. Mengenal diri adalah kunci
hidup suatu ketenangan batin, memahami kesalahan adalah suatu keberhasilan
sedangkan memaafkan kesalahan orang lain, adalah suatu kemuliaan.

Comments»

1. soi - October 15, 2009

salam kenal


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: